Jl.Tanjung Pasir No. 02 Teluknaga, Tangerang eddystrada@gmail.com 0812-9802-2717 skypeid

Saturday, January 7, 2017

Tangkal Radikalisme, "Netizen" NU Kampanyekan #NUJagaNKRI

JAKARTA, KOMPAS.com - Maraknya penyebaran berita hoax, fitnah, dan ujaran kebencian berbasis agama di media sosial meresahkan sejumlah kalangan intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU).

Mereka yang aktif di media sosial atau dikenal dengan istilah netizen NU, mulai menginisiasi sebuah gerakan untuk melawan fenomena tersebut.

Melalui akun Twitter dan Facebook pribadinya, netizen NU mengampanyekan isu-isu persatuan dan kebangsaan. Mereka juga menyertakan beragam tagar, seperti #TurnBackHoax, #BlokirSitusRadikal, atau #NUJagaNKRI.

Seminggu berjalan, tagar itu kerap menjadi trending topic di Twitter.

Salah seorang intelektual muda NU, Zuhairi Misrawi mengatakan, inisiatif netizen tersebut muncul karena adanya kekhawatiran suburnya radikalisme dan aksi intoleransi akibat penyebaran ujaran kebencian melalui media sosial.

Menurut dia, media sosial harus menjadi instrumen untuk menangkal radikalisme dengan menyebarkan pemikiran yang memperkuat persatuan dan toleransi di masyarakat.

"Teman-teman netizen NU tidak ingin Indonesia hancur seperti Irak, Suriah Turki, Mesir dan Yaman akibat dari munculnya hoax dan fitnah di masyarakat," ujar Zuhairi saat dihubungi, Kamis (5/1/2017).

Melalui akun Twitter-nya, Zuhairi mengajak seluruh warga NU untuk tidak mudah percaya informasi maupun berita yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu dia kerap menulis soal nilai-nilai Islam yang memperkuat rasa nasionalisme dan kemanusiaan terhadap sesama.

NU sebagai salah satu organisasi Islam besar, kata Zuhairi, bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

"NU dalam sejarahnya turut melahirkan Pancasila. Turut berjuang dalam kemerdekaan dan mengawal NKRI, maka NU bertanggung jawab untuk menjaga NKRI ini dengan pikiran-pikiram keislaman yang memperkuat kebangsaan dan menumbuhkan cita rasa kemanusiaan," tuturnya.

Zuhairi juga menegaskan bahwa NU akan menjadi organisasi terdepan dalam upaya menyelamatkan Indonesia dari perpecahan dan mendorong seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan perdamaian.

"Kami akan terus menyampaikan suara-suara warga NU ke masyarakat terkait bagaimana menjaga negeri ini dan mengedepankan Islam yang ramah," ucapnya.

Edukasi masyarakat

Salah seorang netizen NU, Savic Ali mengatakan, kampanye kebangsaan melalui media sosial cukup efektif untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang cenderung sensitif dan provokatif.

Menurut Savic, para intelektual muda NU bisa memengaruhi pola pikir di komunitasnya masing-masing yang jumlahnya mencapai ratusan.

"Saya kira cukup efektif untuk menyadarkan banyak orang bahwa sekarang ini banyak hoax merajalela, agar lebih berhati-hati, agar tidak menerima begitu saja kalau dapat informasi yang sensitif atau provokatif," ujar Savic.


Savic mengatakan, saat ini generasi muda NU dituntut memiliki peran mendidik masyarakat dengan cara membanjiri media sosial dengan konten yang positif.

Upaya itu harus dilakukan secara konsisten mengingat dampak penyebaran hoax dan ujaran kebencian sudah semakin meluas.

"Edukasi itu penting karena banyak orang yang reaksioner kalau membaca berita yang provokatif dan belum tentu benar," tutur Savic.

"Sampai level menyadarkan orang itu sudah cukup penting karena hoax ini dampakya meluas. Saya kira harus banyak kelompok yang mulai menyuarakannya," kata dia.


Thursday, May 5, 2016

Ziarah dan Rekreasi ke Teluknaga

Goa Maria Immaculata Teluknaga
Ziarah dan rekreasi ( ZIREK ) adalah kegiatan yang banyak disukai keluarga keluarga katholik tentu termasuk saya. Untuk itu kami memposting tulisan untuk promosi kegiatan ziarah dan rekreasi ke Teluknaga dan sekitarnya khususnya ziarah ke Goa Maria Immaculata Teluknaga.

Rekreasi ke Teluknaga tentu Tanjung Pasir menjadi tujuan utama. Bagi yang berkantong minimalis (bercanda-red) anda bisa menikmati pantai tanjung pasir, penangkaran buaya atau nyeberang ke pulau seribu dengan ongkos penyeberangan yang tidak terlalu mahal. Nah bagi yang berkantong  tebal bahkan super tebal anda bisa ke Tanjung Pasir Resort ( untuk pengelola Tanjung Pasir Resort ini aku promosiin jangan lupa komisinya..ha ha ha eh bercanda lagi ) berikut sedikit ulasannya.

Bagi yang gemar memancing bisa beradu ketangkasan serta keberuntungan di tambak ikan bandeng dan kakap putih. Jika anda beruntung akan mendapat ikan bandeng atau kakap. Ikan yang sudah terkena pancingan tidak bisa dikembalikan ke tambak dan harus dibeli.

Bagi yang gemar berfoto, silakan mengabadikan keindahan pemandangan alam kawasan ini. Ada Pulau Anggrek, hamparan bunga bougenville berwarna merah jambu, merah, hingga jingga.

Image result for tanjung pasir resort
Salah satu bagian Tanjung Pasir Resort
Bagi yang gemar wisata kuliner di Tanjung Pasir Resort terdapat Restoran yang menyajikan olahan bandeng tanpa duri. Masih penasaran dengan olahan bandeng tanpa duri lainnya? Tersedia pilihan lain, seperti woku tidak pedas atau pedas (pesanlah sesuai selera), goreng garing, dan goreng cabe rica (sambal cabai). Pilihlah juga menu lauk tambahan lain, seperti udang saus telur asin dan salad udang Vannamae, cumi masak ala Tanjung Pasir dan cumi woku, kerapu steam bawang putih, nila asam manis, atau gurami bakar asap.

Ingin berenang dan bermain sepeda air? Di sinilah tempatnya. Atau ingin mencari suasana lain? Berpindahlah ke restoran di Pulau Anggrek sekaligus tempat pemancingan yang masih berada di kompleks Resor Tanjung Pasir seluas 41 hektar itu.

Menuju Tanjung Pasir tidak sulit. Lokasinya hanya 15-20 menit berkendara dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Teluk Naga atau sekitar 1 jam dari Jakarta. Begitu tiba di Teluk Naga, perhatikan petunjuk arah menuju Tanjung Pasir (arah belok kanan). Resor ini terdapat di sisi kiri jalan.

Selain resor, di Tanjung Pasir juga ada beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi. Sebelum sampai di resor, ada tempat penangkaran buaya. Bagi yang mau belanja ikan segar, ada tempat pelelangan ikan sekitar 300 meter dari resor.

Lebih dekat ke arah pantai, ada dermaga Tanjung Pasir untuk menuju ke Pulau Untung Jawa dan sekitarnya di Kepulauan Seribu. Dermaga ini cukup ramai, terlebih pada pagi hari, seiring makin banyaknya wisatawan menuju Kepulauan Seribu.

Rosario Merah Putih

Rosario Merah Putih adalah salah satu penanda gerakan “Amalkan Pancasila” sesuai Arah Dasar 2016-2020 Keuskupan Agung Jakarta. Dinamakan Rosario Merah Putih karena:
  1. Warna merah putih sangat impresif, dimaksudkan untuk mengingatkan kita pada Bendera Indonesia, Sang Saka Merah Putih. Merah berarti berani membela kebenaran karena Iman kepada Allah Bapa, Allah Putera dan Roh Kudus. Putih berarti suci, tulus dan murni  karena Kasih Allah semata.
  2. Terbuat dari butiran-butiran manik yang berwarna merah dan putih lengkap dengan medali Kerahiman Allah yang memerdekakan dan logo KAJ serta Salib khas KAJ.

Diharapkan Rosario Merah Putih mampu membangun kesadaran kita di dalam peziarahan ini untuk berdoa bersama Bunda Maria bagi keselamatan Bangsa dan Negara. Mengingatkan kita untuk semakin 100% Katolik 100% Indonesia. Berdoa Rosario Merah Putih juga menjadi salah satu ungkapan cinta umat beriman kepada tanah air dan tanda kepedulian kita untuk terus-menerus amalkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai sebuah gerakan, dianjurkan untuk membuat sendiri Rosario Merah Putih bersama keluarga/lingkungan/komunitas. Selain sebagai bagian dari ungkapan devosional kita kepada Bunda Maria, aktivitas membuat Rosario Merah Putih juga dapat mengakrabkan kita satu sama lain, terutama antar-anggota keluarga sebagaimana yang diharapkan dalam Target (point 1.3) Rencana Strategis Arah Dasar 2016-2020. Selain digunakan sendiri, Kita pun dapat membagikan Rosario Merah Putih yang kita buat kepada mereka yang membutuhkan.

Berdoa dengan menggunakan Rosario Merah Putih sama seperti berdoa Rosario pada umumnya. Intensi doa saja yang perlu ditambahkan  untuk Bangsa dan Negara. Ada lima intensi yang terbagi ke dalam setiap peristiwa. Apapun peristiwanya, silakan mendoakan intensi ini:
  1. Peristiwa Pertama untuk kebahagiaan kekal jiwa-jiwa para pahlawan,
  2. Peristiwa Kedua untuk keutuhan alam Indonesia yang kaya dan subur.
  3. Peristiwa Ketiga untuk persatuan Indonesia.
  4. Peristiwa Keempat untuk kebijaksanaan para Pemimpin kita.
  5. Peristiwa Kelima untuk upaya-upaya mewujudkan keadilan sosial.

Diucapkan dan dimohonkan setelah merenungkan peristiwa. Dilanjutkan dengan doa “Bapa Kami” dan 10x doa “Salam Maria”. Intensi doa dapat dilihat pada lembaran ini. Terdiri dari doa anak, doa remaja dan doa umum.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas mulai tanggal 1 MEI 2016 selama satu bulan penuh mulai Pukul 19.30 di GOA MARIA IMMACULATA TELUKNAGA diadakan Doa Rosario Merah Putih.

Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2016 - 2020

Gereja Keuskupan Agung Jakarta sebagai persekutuan dan gerakan umat Allah bercita-cita menjadi pembawa sukacita Injili dalam mewujudkan Kerajaan Allah yang Maha Rahim dengan mengamalkan Pancasila demi keselamatan manusia dan keutuhan ciptaan.

Atas dorongan Roh Kudus, berlandaskan spiritualitas inkarnasi Yesus Kristus, serta semangat Gembala Baik dan Murah Hati, umat Keuskupan Agung Jakarta berupaya menyelenggarakan tata-pelayanan pastoral-evangelisasi agar semakin tangguh dalam iman, terlibat dalam persaudaraan inklusif, dan berbelarasa terhadap sesama dan lingkungan hidup.Keuskupan Agung Jakarta, kaj

Melalui tata-pelayanan pastoral-evangelisasi yang sinergis, dialogis, partisipatif dan transformatif, seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta berkomitmen untuk:
  • Mengembangkan pastoral keluarga yang utuh dan terpadu.
  • Meningkatkan kualitas pelayan pastoral dan kader awam.
  • Meningkatkan katekese dan liturgi yang hidup dan memerdekakan.
  • Meningkatkan belarasa melalui dialog dan kerjasama dengan semua orang yang berkehendak baik untuk mewujudkan masyarakat yang adil, toleran dan manusiawi khususnya untuk mereka yang miskin, menderita dan tersisih.
  • Meningkatkan keterlibatan umat dalam menjaga lingkungan hidup di wilayah Keuskupan Agung Jakarta.

Semoga Allah Yang Maha Rahim, yang telah memulai pekerjaan baik dalam diri kita, berkenan menyempurnakannya dan Bunda Maria menyertai, menuntun serta meneguhkan upaya-upaya kita.

KERAHIMAN YANG MEMERDEKAKAN

Surat Gembala Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah - (Disampaikan sebagai pengganti khotbah, pada Misa Sabtu/Minggu, 12/13 Desember 2015)

Para Ibu dan Bapak, Suster, Bruder, Frater, Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,

1. Pada perayaan syukur dua tahun diangkat sebagai pimpinan tertinggi Gereja (13 Maret 2015), Paus Fransiskus mengumumkan tahun 2016 sebagai Tahun Suci (=Yubileum) Luar Biasa Kerahiman Allah. Tahun Suci ini dimulai pada tanggal 8 Desember 2015 (Pesta Maria dikandung tanpa noda dan peringatan 50 tahun penutupan Konsili Vatikan II) dan akan berakhir pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, tanggal 20 November 2016. Pemakluman resmi dilakukan oleh Paus Fransiskus pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi, 11 April 2015, dengan mengeluarkan bulla yang berjudul “Misericordiae Vultus” (=Wajah Kerahiman).

2. Tahun Suci berasal dari tradisi Perjanjian Lama. Setiap lima puluh tahun, Tahun Suci dirayakan untuk mengembalikan keseimbangan hidup bersama sebagai Umat Allah. Pada tahun itu semua warga Umat Allah yang menjadi hamba harus dibebaskan, semua tanah yang dijual harus dikembalikan kepada pemiliknya, semua hutang dihapus. Gereja mengambil alih tradisi ini dan sejak tahun 1475, atas penetapan Paus Paulus II, merayakannya setiap 25 tahun. Tahun Suci Biasa terakhir kita rayakan pada tahun 2000, ketika umat manusia memasuki milenium yang ketiga. Selain Tahun Suci Biasa, Gereja juga merayakan Tahun Suci Luar Biasa. Tahun Suci Luar Biasa terakhir kita rayakan pada tahun 1983, untuk mengenangkan seribu sembilan ratus lima puluh tahun karya penebusan Kristus.

Saudari/saudara yang terkasih,
3. Pada tanggal 25 Desember 2005, Paus Benediktus XVI mengeluarkan ensiklik berjudul “Allah Adalah Kasih”. Salah satu tujuan penulisan ensiklik itu dinyatakan dalam bagian pengantar, yang antara lain mengatakan, “Dalam dunia, di mana nama Allah kadang-kadang dikaitkan dengan balas dendam atau bahkan kewajiban akan kebencian dan kekerasan, pesan ini (=Allah adalah Kasih) amat aktual dan mengena” (no. 1). Pertanyaannya, apa alasan yang mendorong Paus Fransiskus untuk memaklumkan tahun 2016 sebagai Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah? Jawaban atas pertanyaan ini rupanya harus dicari dalam bulla pemakluman Tahun Suci Luar Biasa dan dalam tindakan-tindakan simbolik yang dilakukan oleh Paus Fransiskus seperti yang dapat kita saksikan dalam tayangan media massa dan media sosial akhir-akhir ini.
  • 3.1. Dalam bulla pemakluman Tahun Suci Luar Biasa ini, Paus antara lain menyatakan, “Janganlah jatuh ke dalam pola pikir yang mengerikan, yang beranggapan bahwa kebahagiaan bergantung pada uang dan bahwa, dibandingkan dengan uang, semua yang lain tidak ada nilai atau martabatnya.  … Kekerasan yang ditimpakan kepada orang lain demi menimbun kekayaan yang berlumuran darah tidak akan mampu membuat seorang pun berkuasa atau tidak mati” (MV no. 19.1). Paus juga menyinggung gejala korupsi dan menulis, “Luka-luka bernanah (akibat korupsi) ini merupakan dosa berat yang berteriak keras ke surga untuk mendapatkan pembalasan, karena luka itu merongrong dasar-dasar kehidupan pribadi dan masyarakat. Korupsi membuat kita tidak mampu melihat masa depan dengan penuh harapan, karena kerakusannya yang lalim itu menghancurkan harapan-harapan kaum lemah dan menginjak-injak orang yang paling miskin di antara kaum miskin. Korupsi adalah …. skandal publik yang berat” (MV no. 19.2).
  • 3.2. Sejak awal pelayanannya sebagai pimpinan tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus melakukan amat banyak tindakan simbolik. Salah satunya pada tanggal 8 Juli 2013, Paus mengadakan perjalanan pertama ke luar kota Roma. Yang ia tuju adalah Pulau Lampedusa di Italia Selatan. Ia pergi ke sana setelah mendengar banyak kaum imigran mati dalam usaha menyeberang laut dari pantai Afrika. Di tempat itu ia mengkritik “globalisasi sikap tidak peduli – yang disebabkan oleh budaya kenikmatan” dan menunjukkan keberpihakan kepada kaum imigran. Ia mempersembahkan misa dengan piala yang dibuat dari kayu yang diambil dari perahu rusak yang pernah membawa imigran dari Afrika menuju pulau itu. Banyak dari antara mereka yang naik perahu itu tidak pernah mencapai tujuan. Altar yang dipakai adalah kapal kecil yang sedikit dicat. Tempat upacara adalah lapangan yang menjadi tempat penampungan para pengungsi itu. Dia juga menaburkan bunga ke pantai untuk mengenang orang-orang yang mati di laut. Upacara ini disiarkan ke seluruh dunia dan diharapkan dapat “mengusik” suara hati sekian banyak pemirsa. Ketika ia mendengar bahwa ada satu pabrik di Bangladesh yang terbakar – pabrik baju yang dikirim dengan merek Eropa –  dialah yang pertama kali memperhatikannya, sambil mengkritik banyaknya perusahaan yang memperlakukan buruh sebagai “pekerja budak”.

4. Di tengah-tengah keadaan dunia yang seperti inilah, Paus Fransiskus mengajak kita semua untuk memperdalam pemahaman dan keyakinan kita bahwa Allah adalah Maharahim, mengalaminya secara pribadi, menjalankan pertobatan dan mewujudkan pertobatan itu dalam kehidupan yang nyata.
  • 4.1. Bulla pemakluman Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah berjudul “Wajah Kerahiman”. Kerahiman Allah dialami melalui tindakan-Nya yang nyata, sebagaimana diwartakan oleh Nabi Zefanya. Pertama, Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atas umat-Nya (3:15). Ia memerdekakan manusia dari belenggu dosa yang menyebabkan manusia tidak lagi mengenal dan mengakui Allah yang seharusnya meraja dalam hidup manusia. Manusia merdeka adalah dia yang menempatkan Allah di atas segala-galanya. Kedua, Ia hadir di tengah-tengah umat-Nya (3:17), kehadiran yang menyatakan belarasa dan kesetiakawanan-Nya. Kehadiran ini mampu memberi arti baru bagi hidup manusia, dan dengan demikian membuatnya menjadi manusia yang merdeka. Ketiga, Ia membarui umat dengan kasih-Nya (3:17). Kehadiran, kasih dan kerahiman-Nya mempunyai daya yang membarui kehidupan dan memerdekakan. Kerahiman Allah itu menjelma dan masuk ke dalam sejarah umat manusia, dalam diri Yesus Kristus. Dialah wajah sempurna kerahiman Allah.
  • 4.2. Pengalaman akan kerahiman Allah ini dengan sendirinya akan mendorong pertobatan dan pembaharuan hidup. Inilah yang ditegaskan oleh Paus Fransiskus dengan mengatakan, “Semoga warta kerahiman menjangkau setiap orang, dan semoga tidak seorang pun acuh tak acuh terhadap panggilan untuk mengalami kerahiman-Nya. Dengan penuh harapan saya menyampaikan undangan untuk bertobat ini kepada orang-orang yang perilaku hidupnya menjauhkan mereka dari rahmat Allah” (MV no. 19).
  • 4.3. Selanjutnya Paus Fransiskus menyebut pihak-pihak tertentu yang secara khusus diundang untuk menjalankan pertobatan, antara lain para pelaku dan organisasi-organisasi kriminal, para koruptor, orang-orang yang menjadikan uang sebagai berhala baru. Kita semua pun diajak untuk bertobat, memperbarui haluan hidup dan mewujudkannya dalam tindakan nyata. Seperti orang banyak di dalam kisah Injil, kita diajak untuk selalu berbagi kehidupan (Luk. 3:10-11); seperti para pemungut cukai kita diundang untuk mengembangkan sikap hidup yang tulus dan jujur dalam menjalankan tugas (ay 12-13); seperti para prajurit kita dituntut untuk tidak pernah menggunakan kekerasan dalam bentuk apapun demi tujuan apapun (ay 14). Apa pun yang baik dapat kita lakukan untuk mewartakan kerahiman Allah yang membaharui kehidupan. Itulah yang kiranya dimaksudkan oleh Rasul Paulus dengan mengatakan “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang” (Flp. 4:5).

5. Marilah kita sambut dengan penuh syukur dan kegembiraan Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah ini, dengan mengikuti anjuran Paus Fransiskus, menanggapi tawaran-tawaran yang disampaikan oleh Panitia Tahun Suci Kerahiman Allah Keuskupan Agung Jakarta, atau secara pribadi maupun bersama menemukan upaya-upaya kreatif yang lain. Semoga semua upaya kita membantu kita untuk semakin memahami dan mengalami kerahiman Allah yang membarui kehidupan. Salam dan Berkat Tuhan untuk Anda semua, keluarga-keluarga dan komunitas Anda.

Monday, January 4, 2016

Galery Natal 2015

Temen-temen dan seluruh umat Stasi Maria Immaculata, ini sebagian dari foto yang bisa saya posting untuk sekedar meninggalkan jejak dan menyimpan dokumen Natal 2015, karena jika dicetak dan disimpan hanya akan rusak dimakan kutu. ha.ha.ha. Jadi yang fotonya tidak saya posting jangan ngiri soalnya fotonya banyak banget sih.

Gayanya admin kalau lagi tugas

Koornya keren abis, ngga rugi latihan selasa dan jum'at dan ngabisin teh jahe satu teko...


Umat kita yang lagi khusuk berdoa menyambut kedatangan Sang Imanuel

Bacaan Pertama....

Persembahan....bukan hasil bumi umat, tapi beli di mall ha.ha.ha..

Begini nih kelakuan putra altar kalau tugas sambil nglirik tumpukan snack ...senyum terus

Komandan dan anak istrinya pose di depan altar 

Sama ama putra altar, putri sankristi kalau tugas sambil melirik snack juga banya senyum ha.ha.ha

Anak dan ponakannya admin lagi pose di depan altar

Wednesday, December 23, 2015

Galery Paskah 2013

Sebagian dari dokumentasi Paskah 2013 yang lalu

Pasuka Putra Altar

Pasukan Putri Sankristi

Romo Wartoyo SJ dan Asistennya

Jum'at Agung koq ceria

Prodiakon Senior

Di Taman Goa Maria yang belum jadi

Misa Minggu Palma

Sebagian dari Panitia Paskah

Thursday, January 22, 2015

Doa Tahun Syukur 2015

Bapa yang penuh kasih,

Kami seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta bersyukur atas peziarahan kami selama tahun Iman, tahun Persaudaraan, dan Tahun Pelayanan.

Teristimewa kami bersyukur atas karya agung keselamatanMu, yang Engkau kerjakan bagi kami melalui hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan kami Yesus Kristus. Dia menjadi Tuhan, Guru dan sumber inspirasi untuk menjadi anak-anak Mu.

Bimbinglah kami dengan terang Roh KudusMu,
Agar kami dapat menimba inspirasi dari peziarahan selama ini: supaya kami semakin mencintai Engkau, semakin tulus peduli kepada sesama, dan semakin gembira melayani sesama.

Tuntunlah kami untuk mewujudkan syukur dengan peduli kepada mereka yang lemah, kecil, miskin, dan tersisih; juga dengan upaya membangun keutuhan ciptaan serta lebih tekun mendukung pengembangan generasi muda dan panggilan biarawan-biarawati.

Bunda Maria, Bunda Gereja, Bunda kami semua, doakanlah kami untuk selalu bersyukur dan peduli kepada sesama seperti Engkau bersyukur dan peduli.
Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.

Pengantar Tahun Syukur 2015

Pada tahun 2015, Gereja KAJ hendak BERSYUKUR melalui EVALUASI-REFLEKSI ArDasPas KAJ 2011-2015, PENGEMBANGAN KERASULAN AWAM dan HIDUP BAKTI dan KADERISASI RASUL AWAM.

Bersyukur adalah sikap dasar penting bagi umat beriman. Yesus bergembira dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepadaMU, Bapa, Tuhan langit dan bumi,…” (Luk 10:21). Kepada para murid-Nya, Yesus mengajarkan doa Bapa Kami yang diawali dengan bersyukur, memuji dan memuliakan Allah.

Mengucap syukur juga adalah sikap dasar dari Jemaat Perdana yang membuat mereka menjadi Gereja yang disukai oleh banyak orang (Kis 2:41-47). Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi berkata, “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali mengingat kamu” (Fil 1:3).

Dalam rangka merayakan Tahun Syukur diharapkan umat KAJ mendoakan Doa Tahun Syukur dan menyanyikan lagu tema “Tiada Syukur tanpa Peduli pada setiap kesempatan yang dirasa baik.

Selamat merayakan Tahun Syukur 2015. Semoga kita makin menunjukkan rasa syukur kita dengan semakin peduli kepada sesama terutama yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel juga dengan upaya membangun keutuhan ciptaan serta lebih tekun mendukung pengembangan generasi muda dan panggilan biarawan-biarawati.

Friday, May 9, 2014

Rakyat yang Disalibkan

Romo Benny
“DARI jurang yang paling dalam, kami mengeluh pada-Mu Ya Allah. Mengapa Engkau meninggalkan kami dalam ketidakberdayaan ini?”Begitu doa rakyat miskin di negeri yang subur ini.

Jeritan ketidakberdayaan kaum tertindas menghiasi berbagai ranah publik. Buruh sering tidak dianggap sebagai manusia walaupun jelas-jelas manusia. Kebijakan perusahaan dan pemerintah kerap tidak memperhitungkan segi-segi kemanusiaannya.

Buruh identik dengan mesin produksi, dan sering dianggap hanya sebagai sapi perahan. Para petani tidak mendapatkan dukungan nyata. Sawah ladangnya terancam punah, dialihfungsikan.

Mereka terus dikecewakan oleh hantu yang bernama “elite politik dan oligarki”. Rakyat sering menggunjingkan mereka, dan katanya satu-satunya pekerjaan yang bisa membuat mereka senang dan kaya adalah mengorup hak kaum rakyat.

Demi kepentingan kekuasaan, rakyat miskin dibuat tak berdaya. Mereka selalu dikalahkan dengan sistem yang penuh dengan kelicikan dan akal busuk.

Politik akal busuk memerdayakan masyarakat marjinal yang hidup bergantung pada kebaikan orang lain. Perubahan tak pernah menyentuh mereka karena kaum miskin dianggap sebagai orang tak punya daya kuasa untuk menjadi dirinya sendiri.

Kaum miskin tetap tersalib oleh struktur pasar yang tentu tak mengenal belas kasih. Dia tersalib karena kaum miskin hanya dijadikan tumbal dalam proses pembangunan. Tenaganya dieksploitasi, hatinya dipenuhi dengan bermacam-macam janji perubahan oleh penguasa, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya.

Nasib kaum miskin (nelayan, petani, buruh, dkk) tersalib akibat kebijakan yang pro-orang kaya kroni kekuasaan. Mereka tak mampu lagi hidup layak berkecukupan. Hidup mereka menjadi berat karena harga kebutuhan sehari-hari menjadi naik luar biasa, dan jangan berpikir pendapatan mereka juga akan bertambah. Hidup mereka semakin susah karena para pemangku zaman yang tidak mau berpihak pada mereka.

Terkadang mereka berpikir buat apa bekerja keras sesusah ini, toh juga tak menghasilkan perubahan yang berarti. Kaum miskin tetaplah pihak yang diakalbulusi oleh dua raksasa besar, yakni poros negara dan poros badan publik. Keduanya sering licik dengan mengeluarkan kebijakan yang orientasinya hanya melindungi kapital yang korup daripada menyejahterakan nasib wong cilik.

Kaum miskin diakalbulusi oleh kebijakan yang orientasinya hanya menguntungkan kroni penguasa. Mereka ditipu bahwa sebuah kebijakan seolah-olah logis, tetapi di lain pihak mematikan daya hidupnya. Kroni kapitalisme yang ada sekarang ini, di negeri ini, ketika menyatu dengan kekuatan pengambil kebijakan, tidak pernah berpihak pada mereka.

Para pemilik modal berkuasa karena mereka mampu membeli para birokrat. Birokrat di negeri ini hanya menjadi perpanjangan tangan kaum kroni kapitalis yang orientasinya semata-mata demi mencari untung berambisi lebih kaya yang tidak ada habisnya.

Elite politik sendiri sering mengaku tak kuasa menahan derasnya desakan kekuatan modal korup, yang ujung-ujungnya menjelma menjadi kuasa politik tersendiri. Persekutuan politik dan modal semacam inilah yang membuat tata kehidupan bangsa menjadi kehilangan keseimbangan.

Di sinilah kita menghadapi masalah besar: hilangnya keadaban publik. Keadaban publik hancur karena poros masyarakat sebagai pemilik kedaulatan politik, ekonomi, budaya tidak lagi berdaulat.

Kehidupan ini bergantung pada kekuatan modal yang menjelma dalam berbagai kekuatan media. Lewat media yang dikuasai para elite itulah perilaku kebangsaan dibentuk oleh pasar dengan mengedepankan hal-hal yang menyenangkan panca-indrawi belaka.

Situasi tersalib itulah membuat yang mata hati kehilangan kejernihan dalam melihat masalah mendasar yang ada saat ini. Elite politik telah buta dan tuli mendengar tangisan rakyatnya. Mereka pura-pura memiliki empati, tetapi sejatinya hanya bualan belaka. Derita kaum miskin tidak lagi menjadi pilihan mereka untuk benar-benar mau berbagi dengan kesusahan mereka.

Kaum Miskin Tersalib

Teriak-teriak para elite adalah membela kaum miskin, namun realitasnya kaum miskin dibiarkan tergusur dan dirinya sendiri yang dibela. Tak ada yang salah ketika gunjingan rakyat di warung kopi menyatakan bahwa janji elite selama ini hanya janji untuk pemanis belaka. Dan janji yang sekadar janji itulah yang membuat kaum miskin tersalib.

Ketersaliban itulah yang membuat cara berpikir, berperilaku, dan merasa menjadi reaktif dalam menghadapi masalah. Lalu, kehidupan kita hanya didasari oleh hal-hal yang menipu mata hati.

Hilangnya mata hati itulah yang menyilaukan kehadiran Tuhan di sekitar kita. Tuhan menjadi jauh dengan kita karena kaum miskin mereka salib. Tuhan menjadi jauh dengan kita karena kita tidak punya hati terhadap kaum miskin yang jumlahnya setiap saat bertambah ini.

Kita menjauh dari Tuhan karena tangan kita menindas kaum miskin.

Mata kita menyingkirkan kehadiran mereka. Bukankah Dia yang tersalib adalah Dia yang menderita karena dosa kita yang menyalibkan mereka yang tak berdaya? Dia tersalib karena dosa kita membiarkan kaum miskin kelaparan, kehausan, dan kehilangan tempat tinggal. Dia tersalib karena dosa kita yang membiarkan tanah mereka digusur dijadikan lapangan golf dan perumahan mewah.

Dia tersalib karena kita diam dengan persekutuan kaum pemodal dan elite politik. Dia yang tersalib ada bersama mereka yang berjuang untuk tegaknya keadilan di Bumi ini.

Paskah Sejati

Paskah sejati adalah kemauan untuk merenungkan dan kembali membela kaum tergusur. Itulah Paskah sejati yang ada dalam diri mereka yang haus akan keadilan. Haus akan kebenaran dan haus akan cinta kepada mereka yang miskin dan papa. Itulah Paskah yang membebaskan manusia dari kuasa kerakusan akan harta dan jabatan. Paskah berarti dia harus berani melewati lorong gelap seorang diri.

Paskah seharusnya membuat nilai-nilai kemanusiaan kita diperbarui dalam kehidupan ini. Mari kita rayakan Paskah bersama dengan merindukan datangnya Sang Fajar sejati. Para kaum tersalib di negeri ini harus bangkit menorehkan harapan baru berkehidupan.

Penulis adalah rohaniwan
Artikel ini telah diterbitkan di situs koranjakarta.com pada 16 April 2014.

Thursday, May 8, 2014

Mengenang pemikiran humanis Romo Mangunwijaya

Lima belas tahun sudah berlalu sejak meninggalnya sosok humanis Romo YB Mangunwijaya atau yang dikenal dengan Romo Mangun, yang dikenal banyak kalangan sebagai tokoh yang sangat dekat dengan wong cilik ini melekat kuat dalam ingatan masyarakat Yogyakarta, khususnya kaum bantaran pinggir Sungai Code.

Bagaimana tidak, Romo Mangun adalah sosok yang berhasil mengubah wajah buram permukiman bantaran Sungai Code, khususnya di sebelah selatan Jembatan Gondolayu, menjadi permukiman yang lebih layak dan tertata.

Sebagai salah satu pengingat sekaligus penghargaan terhadap pemikiran humanis Romo Mangun, Bentara Budaya, Yogyakarta berkesempatan menggelar Peringatan 15 Tahun Wafatnya YB Mangunwijaya pada Selasa (6/5) malam.

Peringatan ini dihadiri oleh banyak kalangan mulai dari seniman, sastrawan, budayawan, akademisi, masyarakat umum, hingga Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono. Mereka mengaku mengagumi pemikiran humanis Romo Mangun yang semasa hidup dikenal sebagai budayawan, arsitek, aktivis, rohaniawan, penulis, serta aktivis pembela wong cilik.

Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono menyampaikan bahwa Romo Mangun merupakan sosok yang patut untuk diteladani, terutama dari sisi pemikiran serta sikapnya yang lebih mementingkan orang lain. Imam Priyono mengaku terkesan dengan salah satu pemikiran Romo Mangun tentang keseimbangan alam.

“Lewat Romo Mangun, saya belajar tentang keseimbangan alam, misalnya kehidupan antara orang kaya dengan orang miskin. Kedua kelompok masyarakat ini harus mendapat perhatian yang sama, harus sama-sama dipedulikan dan dicintai,” ujar Imam Priyono.

Kurator Bentara Budaya Romo  Gabriel Possenti Sindunatha SJ mengungkapkan bahwa bahwa Romo Mangun merupakan sosok humanis sejati yang memiliki pemikiran yang sangat luas. Pria yang akrab disapa Romo Sindhu ini mengungkapkan bahwa secara pribadi, beliau adalah pengagum sosok Romo Mangun.

“Sejumlah pemikiran Romo Mangun mampu menjadi motivasi untuk semua kalangan. Pemikiran beliau tentang kebenaran dan keindahan yang tidak bisa dipisahkan, tentang nasionalisme yang luas tak berbatas, serta sikapnya yang rendah hati, membuat Romo Mangun akrab dikenal sebagai sosok yang mengutamakan nilai-nilai humanisasi,” demikian Romo Sindhu.

Peringatan 15 tahun wafatnya Romo Mangun ini berlangsung antara 6-11 Mei 2014. Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk mengisi acara ini, yaitu pameran seni rupa, seminar pendidikan, sarasehan budaya, hingga workshop seni rupa anak. (satuharapan.com)

Sunday, January 12, 2014

SURAT GEMBALA PEMBUKAAN TAHUN PELAYANAN DAN PEMBERLAKUAN PEDOMAN DASAR DEWAN PAROKI 2014

Para Ibu/Bapak/ Suster/Bruder/Frater/ Kaum Muda/Remaja dan Anak-anak yang terkasih dalam Tuhan,

1. Meskipun sudah agak terlambat, saya masih ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Natal 2013 dan Selamat Tahun Baru 2014. Yesus adalah Immanuel – Tuhan yang menyertai kita. Semoga penyertaan-Nya bagi kita masing-masing, keluarga-keluarga dan komunitas kita membantu dan menguatkan kita untuk semakin tekun dan setia menapaki peziarahan hidup kita di tengah-tengah tantangan-tantangan hidup yang semakin kompleks.

2. Pada hari ini bersama seluruh Gereja kita merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan. Ketika saya menyiapkan renungan ini saya ingat lagi akan seorang pribadi istimewa yang bernama Edith Stein. Ia lahir pada tahun 1891 dalam keluarga Yahudi yang amat saleh. Namun pada usia 14 ia sampai pada kesimpulan bahwa Allah tidak ada. Ia menulis, “Dengan sadar saya memutuskan, atas kemauan saya sendiri, untuk berhenti berdoa”. Sesudah beberapa lama menjadi perawat dalam Perang Dunia I, ia memutuskan untuk belajar filsafat, suatu disiplin ilmu yang selalu mengajukan pertanyaan mengenai hakekat realitas dan hidup manusia. Meskipun keputusan eksistensial untuk berhenti berdoa sudah diambil, tetapi pencarian mengenai arti hidup tidak pernah berhenti mengusik hatinya.

Edith Stein atau Santa Teresa Benedikta

3. Sampai pada suatu hari, ia berjumpa dengan seorang teman yang baru saja kehilangan suami karena meninggal. Edith Stein yang sampai waktu itu tidak percaya akan adanya Allah tersentuh oleh yang ia lihat dan alami sebagai “ketabahan ilahi” yang tampak pada diri temannya itu. Selanjutnya ia akan menulis bahwa kekuatan itu diberikan oleh salib kepada “orang-orang yang memikulnya … Saat itulah ketidakpercayaan saya runtuh dan Kristus mulai memancarkan sinar-Nya kepada saya”. Boleh dikatakan ketabahan ilahi yang ia saksikan dalam diri teman yang baru ditinggal oleh suaminya itu adalah salah satu wujud dari penampakan Tuhan. Pengalaman ini mengubah seluruh hidupnya. Pada tahun 1922 ia dibaptis ke dalam Gereja Katolik, masuk biara kontemplatif dengan nama Suster Teresa Benedikta dari Salib. Ia menulis wasiat :”Saya mohon kepada Tuhan untuk menerima hidup dan mati saya … sehingga kerajaan-Nya akan datang dalam kemuliaan … demi damai di dunia”. Sebagai orang yang berdarah Yahud, ia menjadi korban kebencian etnis dan meninggal pada tanggal 9 Agustus 1942 di kamp konsentrasi Auschwitz. Pada tahun 1987 Paus Yohanes Paulus II menyatakannya sebagai beata. Bagi Gereja semesta dan bagi dunia, Suster Teresa Benedikta adalah penampakan Tuhan.

4. Kisah orang majus dalam kutipan Injil yang dibacakan pada hari ini juga bercerita mengenai penampakan Tuhan. Tuhan menampakkan diri lewat berbagai isyarat seperti bintang (Mat 2:2.7.9.10) yang menuntun orang-orang majus itu menemukan Yesus; atau mimpi (ay 11) yang mengarahkan mereka pulang lewat jalan lain. Bintang dan mimpi bisa dipahami sebagai kemampuan batin untuk menangkap kehadiran Tuhan dalam peristiwa dan pengalaman hidup sehari-hari. Selain itu Tuhan juga menampakkan diri melalui tanda-tanda yang tidak terduga, yaitu orang-orang majus itu sendiri. Mereka tidak termasuk orang pilihan menurut paham umum pada jaman itu. Tetapi merekalah yang melihat Tuhan (ay 11), bersukacita karenanya (ay 10) lalu sujud menyembah-Nya (ay 11) dan pulang untuk menjadi terang dan memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang agung (bdk Yes 60: 6).

Three_Kings

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus,

5. Sesuai dengan dinamika pastoral Keuskupan Agung Jakarta yang sudah direncanakan, kita semua akan menjalani tahun 2014 sebagai Tahun Pelayanan. Dengan sengaja Tahun Pelayanan dimulai pada Hari Raya Penampakan Tuhan. Semakin banyak dan kreatif bentuk-bentuk pelayanan yang kita lakukan, akan semakin tampak pula wajah Allah Sang Kasih. Adapun tema yang telah ditetapkan adalah Dipilih Untuk Melayani. Tema ini bisa dibaca dalam dua konteks. Dalam konteks gerejawi, memilih dan melayani adalah dua kata yang amat dekat dengan jatidiri kita sebagai murid-murid Kristus. Sementara dalam konteks tahun politik, tema itu bisa dikaitkan dengan pemilu legislatif dan pemilu presiden-wakil presiden yang akan dilaksanakan pada tahun 2014 ini. Harapannya agar para tokoh yang akan terpilih dalam pemilu legislatif maupun pemilu presiden dan wakil presiden benar-benar melayani demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Pada waktunya Konferensi Waligereja Indonesia akan mengeluarkan Surat Gembala yang berkaitan dengan tahun politik ini.

6. Tahun Pelayanan tidak bisa dipisahkan dari Tahun Iman dan Tahun Persaudaraan yang sudah kita jalani. Iman yang sejati akan berbuah persaudaraan. Belum atau kurang adanya persaudaraan merupakan tanda bahwa iman belumlah kuat dan mendalam. Selanjutnya persaudaraan yang sejati akan berbuah pelayanan yang tulus dan gembira. Persaudaraan yang tidak atau belum berbuah pelayanan kasih barulah egoisme dalam bentuk yang terselubung. Sementara itu pelayanan mempunyai isi dan pengertian yang amat kaya. Setiap usaha untuk semakin memuliakan martabat manusia, mewujudkan kesejahteraan umum, mengembangkan solidaritas, memberi perhatian lebih kepada saudari-saudara kita yang kurang beruntung dan melestarikan keutuhan ciptaan adalah pelayanan. Bentuk-bentuk pelayanan itu dapat kita temukan bersama kalau setiap kali kita bertanya, “Apa yang harus kita lakukan, agar lingkungan hidup kita menjadi semakin manusiawi dan dengan sendirinya semakin Kristiani pula?” Pertanyaan sama yang diajukan oleh komunitas yang hidup dalam konteks yang berbeda, dengan mudah akan membuahkan jawaban yang berbeda pula. Dengan demikian kreativitas pelayanan akan berkembang pula. Semoga dengan kreativitas pelayanan yang kita usahakan bersama, wajah Gereja Yang Melayani akan menjadi semakin nyata di wilayah Keuskupan Agung Jakarta yang kita cintai ini. Antara lain dalam rangka menghadirkan wajah Gereja Yang Melayani itu pulalah, pada awal tahun 2014 ini diberlakukan Pedoman Dasar Dewan Paroki baru untuk semua paroki di Keuskupan Agung Jakarta.

" Apa yang harus kita lakukan, agar lingkungan hidup kita menjadi semakin manusiawi dan dengan sendirinya semakin Kristiani pula?"

7. Akhirnya bersama-sama dengan para imam dan semua pelayan umat saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para Ibu/Bapak/Suster/ Bruder/Frater/ Kaum Muda/Remaja dan Anak-anak sekalian, yang dengan peran berbeda-beda telah ikut membangun Keuskupan Agung Jakarta sebagai Gereja yang semakin berwajah melayani. Amat banyak yang sudah kita lakukan. Kita yakin, melalui berbagai pelayanan sederhana yang kita lakukan dan prakarsa-prakarsa kreatif yang kita usahakan, baik sendiri maupun bersama-sama sebagai keluarga, komunitas, lingkungan, wilayah, stasi, paroki maupun keuskupan, kita menampakkan kemuliaan Allah. Salam dan Berkat Tuhan untuk Anda sekalian, keluarga-keluarga dan komunitas Anda.

Jakarta, 1 Januari 2014

(tandatangan)

+ I. Suharyo
Uskup Keuskupan Agung Jakarta

Thursday, November 7, 2013

Pesan Bunda Theresa


Teruslah Berbuat Baik


Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih ; tapi bagaimanapun, berbaik hatilah.
Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu; tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.

Barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu

Paulus telah melanglang buana mewartakan Injil. Banyak pemuka agama Yahudi tidak senang. Maka ia ditangkap dan diserahkan ke pengadilan. Setelah diperiksa, tidak ditemukan kelelahan yang berat. Pengadilan bermaksud melepaskannya, tetapi orang-orang Yahudi menentang. Karena itu Paulus naik banding kepada Kaisar.

Tuesday, May 21, 2013

Arti kematian menurut iman Katholik



Bagaimana iman Katholik memandang kematian?
Kitab Suci menganggap kematian sebagai hal yang alami. Namun demikian, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Dengan keyakinan akan adanya kebangkitan, kematian dapat bernilai positif bagi kita. Umat Katholik yang menyatukan kematiannya dengan kematian Yesus Kristus, menganggap kematian sebagai pertemuan dengan Yesus dan sebagai langkah masuk ke dalam kehidupan kekal. Dengan kebangkitan-Nya, Yesus Kristus telah mengalahkan kematian dan dengan demikian membuka pintu masuk menuju keselamatan untuk semua orang. Karya penebusan Yesus Kristus telah mengubah kematian menjadi berkat, kematian yang pada mulanya dinilai negatif menjadi bernilai positif.

Monday, May 13, 2013

Penjelasan Arah Dasar Pastoral 2011 - 2015 KAJ



Penjelasan Umum

Apa yang dimaksud dengan Arah Dasar Pastoral?
Arah Dasar Pastoral KAJ adalah cita-cita yang dituju oleh Gereja Katolik di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi yang ingin bertumbuh dalam kesetiaan kepada Tuhan Yesus Kristus dan kepada bangsa kita. Dengan adanya Arah Dasar itu, kita semua didorong untuk merefleksikan situasi, kondisi dan tantangan khas kita bersama. Atas dasar hasil refleksi itu kita merancang perkembangan kita dari tahun ke tahun menuju keadaan yang dicita-citakan. Tentu saja, semua gerak bersama ini kita lakukan dalam keyakinan teguh bahwa Roh Kuduslah yang mendorong dan menuntun Gereja.

Friday, April 12, 2013

Berpegang pada Dia: Renungan Jumat, 12 April 2013

Kisah pergandaan roti adalah salah satu kisah populer dalam Injil. Semua Injil memuat kisah ini. Injil Matius dan Markus, bahkan mempunyai dua cerita pergandaan roti. Meskipun demikian, dalam beberapa detail, ada perbedaan antara Injil Yohanes dan injil sinoptik.

Dalam Injil Yohanes, Yesus mengawali kisah dengan bertanya kepada Filipus tentang bagaimana orang banyak itu bisa makan. Hanya dalam Injil Yohanes dikatakan bahwa “Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya” (ay. 6). Kita tahu bahwa dari lima roti dan dua ikan yang dibawa seorang anak, Yesus memberi makan kira-kira lima ribu orang laki-laki (ay. 10).

Sebagaimana Allah berinisiatif menyelamatkan dunia (bdk. Yoh 3:16); kini dalam situasi konkrit pun, Yesus juga berinisiatif memelihara mereka yang sudah mengikuti Dia. Memberi makan lima ribu orang tentu saja sebuah mukjizat. Tapi yang jelas di sana ada partisipasi manusia, yaitu lima roti dan dua ikan yang dibawa seorang anak.

Lalu
? Dalam hidup, kita sering berhadapan dengan situasi yang tanpa harapan. Kisah pergandaan roti menurut Yohanes menunjukkan bahwa dalam situasi itu Yesus tetap “Tahu apa yang hendak dilakukan-Nya”. Beranikah kita berpegang pada Dia dengan sedikit harapan yang ada?

MGR SUHARYO MINTA UMAT KATOLIK UNTUK PERBAIKI KECENDERUNGAN JELEK DALAM MASYARAKAT

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo mengajak umat Katolik untuk menjadi manusia-manusia Paskah, yang berarti "mengambil bagian atau ikut berperan dalammemperbaiki 'arus berlawanan' di tengah kecenderungan jelek yang berkembang di tengah-tengah masyarakat." Permintaan itu diungkapkan oleh Mgr Suharyo di hadapan puluhan jurnalis dalam acara konferensi pers tentang Pesan Paskah di pelataran Wisma Keuskupan, Katedral Jakarta, tanggal 31 Maret 2013, seusai memimpin Misa Paskah.


Di tengah suasana di mana kekerasan semakin merebak, Mgr Suharyo berharap agar umat Katolik menghadirkan arus kesetiakawanan,
"sehingga keadaan damai bisa tercipta di tengah masyarakat," dan agar umat Katolik "mengalirkan arus kebaikan bersama di tengah derasnya arus kecenderungan buruk di tengah masyarakat." Kekerasan yang semakin menjamur di berbagai wilayah negara Indonesia, kata Uskup Agung Jakarta yang juga Administrator Apostolik Keuskupan Bandung itu, "menandakan bahwa martabat manusia semakin dilecehkan, kebaikan bersama semakin diabaikan, kepentingan kelompok menggilas kepentingan umum."


Selanjutnya Ketua Konferensi Waligereja Indonesia itu mengajak umat Katolik yang merayakan Paskah agar melakukan kebaikan bersama menjadi keseharian hidup mereka. "Jika berpikir melakukan sesuatu di level nasional terlalu berlebihan, mulailah melakukan hal yang paling sederhana di tingkat RT, RW dan kampung-kampung. Inilah wujud menjadi manusia Paskah pada zaman ini," kata Mgr Suharyo.
Menjawab pertanyaan seorang wartawan media cetak dari Surabaya tentang fenomena kekerasan yang semakin merajalela, Mgr Suharyo menjelaskan bahwa sedikitnya ada tiga faktor yang memicu kekerasan di berbagai tempat yakni pendidikan, aliran fundamentalis agama dan masalah kesenjangan ekonomi.

Dijelaskan bahwa begitu banyak hal yang terkait di balik kekacauan yang terjadi di tengah masyarakat. "Yang paling penting dari semua itu adalah penegakan hukum bagi yang melanggar hukum, karena sepanjang pelanggar hukum atau undang-undang tidak diberikan sanksi
semestinya, maka dipastikan kekerasan akan terus dilakukan oleh oknum-oknum tertentu," tegas mantan Uskup Agung Semarang itu.

Mgr Suharyo juga menyampaikan terima kasih kepada para jurnalis yang mewartakan pesan Paskah kepada seluruh umat Katolik. "Saya berterima kasih karena tugas Anda ikut mengembangkan budaya damai dengan melakukan tugas peliputan Paskah," ungkap Mgr Suharyo.
Sebelumnya pada pukul 09.00 WIB, Mgr Suharyo memimpin Misa Paskah meriah di Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Jakarta, didampingi Vikaris Jenderal Pastor Yohanes Subagyo Pr, Sekretaris Keuskupan Pastor Yohanes Purbo Tamtomo Pr, Kepala Paroki Katedral Pastor Stephanus Bratakartana SJ, dan Pastor Rekan Katedral Pastor Antonio Antoro Pr. Dalam kotbahnya Uskup menceritakan sosok manusia Paskah seperti Ibu Teresa dari Calcuta. "Walaupun pernah mengalami kegelapan spiritualitas, toh sosok ini menjadi panutan bagi umat Katolik, melakukan kebaikan dengan mengembangkan cara-cara yang semakin kreatif." ***

Sumber: Pen@ Indonesia.

Wednesday, April 3, 2013

Telur Paskah

Telur dan Paskah telah menjadi sinonim yang begitu melekat. Sehingga tak heran jika Anda sering mendengar “Telur Paskah” terutama di bulan-bulan Paskah seperti saat ini. Telur merupakan paket yang sempurna dari alam. Sepanjang rentang sejarah, telur telah mewakili misteri, sihir, obat-obatan, makanan dan pertanda. Telur menjadi simbol yang universal dari perayaan Paskah di seluruh dunia. Sebagai simbol khusus dari perayaan ini, telur ada yang dicelup, diwarnai, dihias dan diperindah.


Sebelum telur identik dengan Paskah Kristen, telur juga dipergunakan di berbagai ritual festival musim semi. Bangsa Romawi, Galia, Cina, Mesir dan Persia, semua menggunakan telur sebagai simbol alam semesta. Dari zaman dahulu telur telah dicelup, sebagai bahan pertukaran dan menunjukkan penghormatan.

Pada zaman Pagan, telur mewakili kelahiran kembali dari bumi. Musim dingin yang panjang dan masa sulit telah berlalu; bumi kembali bersemi dan dilahirkan kembali bagaikan telur ajaib yang meledakkan kehidupan. Oleh karena itu telur dipercaya memiliki kekuatan khusus. Kekuatan itu terkubur di dalam cangkang untuk menangkal kejahatan; wanita muda Romawi yang sedang hamil juga membawa telur untuk menentukan jenis kelamin anak mereka yang belum lahir; pengantin Prancis melangkahi telur sebelum melintasi ambang rumah baru mereka.

Dengan munculnya Kekristenan, simbolisme telur pun berubah. Telur tidak lagi mewakili kelahiran kembali dari alam melainkan kelahiran kembali dari manusia. Orang Kristen menggunakan simbol telur dengan menyamakannya sebagai makam dimana Kristus bangkit.

Legenda cerita rakyat Polandia kuno dicampur dengan keyakinan Kristen semakin mengokohkan telur dengan perayaan Paskah. Terdapat sebuah legenda mengenai Perawan Maria yang memberikan telur kepada para prajurit yang ada di kayu salib. Maria memohon agar para prajurit tidak bertindak terlalu kejam kepada Yesus dan ia menangis. Air mata Maria jatuh ke atas telur dan mereka melihat air mata itu sebagai titik-titik air dengan warna yang cemerlang.

Legenda Polandia lainnya menceritakan ketika Maria Magdalena yang pergi ke makam Yesus untuk mengurapi tubuh-Nya. Ia membawa keranjang telur yang dipakainya untuk melayani sebagai suatu jamuan. Ketika ia tiba di makam Yesus dan membuka keranjangnya, ia menemukan telur-telur itu secara ajaib telah berubah warna menjadi warna-warni pelangi yang indah.

Menghias dan mewarnai telur saat Paskah merupakan kebiasaan di Inggris selama abad pertengahan. Anggaran rumah tangga dari Raja Edward I di tahun 1290, mencatat pengeluaran delapan belas pence untuk empat ratus lima puluh telur yang diwarnai dan diberi daun emas sebagai hadiah Paskah.

Hiasan telur Paskah yang paling terkenal dibuat oleh tukang emas yang sangat terkenal, Peter Carl Faberge. Di tahun 1883 tsar Rusia, Alexander, menugaskan Faberge untuk membuat hadiah Paskah spesial bagi istrinya, Ratu Marie.

Telur pertama Faberge merupakan telur di dalam telur. Telur itu berupa cangkang platinum dengan enamel putih yang dapat dibuka dan di dalamnya tersimpan telur emas yang lebih kecil. Telur yang lebih kecil pada gilirannya dibuka dan menampilkan ayam emas dan replika permata dari mahkota imperial.

Telur spesial Faberge ini begitu menyenangkan sang ratu dan Tsar segera memerintahkan Faberge untuk merancang telur itu lebih lanjut untuk diberikan setiap Paskah. Bertahun-tahun klemudian Nicholas II yang juga merupakan putra dari Alexander, meneruskan kebiasaan itu. Secara keseluruhan ada lima puluih tujuh telur yang dibuat oleh Faberge.

Desainer telur hias percaya pada simbolisme telur dan mereka menghiasi telur dengan dekorasi seni yang luar biasa. Beberapa menggunakan bunga dan daun dari kartu ucapan, malaikat kecil, permata dan kain yang elegan, manik-manik dan trim, untuk menghiasi telur. Telur-telur itu dipisahkan, diberi engsel dengan hati-hati dan direkatkan dengan epoxy dan semen yang transparan, dan setelah selesai, telur-telur itu akhirnya ditutupi dengan resin yang mengkilap. Meskipun pertanda dan misteri telur telah menghilang di zaman ini, namun simbolismenya tetap bertahan, dan para seniman meneruskan tradisi dunia lama untuk menghiasi telur.

Pada dasarnya Paskah bukan tentang telur hias yang indah dan menarik serta melambangkan awal kehidupan dan kelahiran baru dari manusia, namun bagaimana kita sebagai orang percaya dapat memaknai Paskah dengan kematian Yesus di kayu salib untuk menebus dosa setiap kita dan kebangkitan-Nya mengalahkan maut yang membuat dosa dan maut tak lagi berkuasa atas-Nya. Dan sebagai anak-anak Tuhan, kita pun memiliki kuasa yang sama untuk menang atas dosa dan kematian yang kekal.

Sumber : forumkristen

Saturday, March 23, 2013

Pesan Paus Fransiskus dalam Misa Pertama

Paus Fransiskus mengikuti misa pertamanya bersama para kardinal yang memilihnya di Kapel Sistina. Dia mengingatkan agar Gereja Katolik tetap berakar pada Injil dan menghindari godaan modern. Dalam pesannya, Paus mengingatkan perlunya penataan kembali moral bagi umat Katolik dimana diliputi skandal, intrik dan perselisihan.

Pemilik nama asli Jorge Mario Bergoglio ini mengatakan gereja harus lebih difokuskan kepada Injil Yesus Kristus. "Kita bisa berjalan semua yang kita inginkan, kita dapat membangun banyak hal. Tapi jika kita tidak memberitakan Yesus Kristus, ada sesuatu yang salah," kata Paus berbicara dengan bahasa Italia, seperti dilansir Reuters, Kamis (14/3/2013).

Sebelum mengikuti misa, Paus Fransiskus berdoa secara pribadi di Basilika Santa Maria Maggiore. Paus Fransiskus merupakan paus pertama yang berasal dari luar Eropa. Kardinal asal kawasan Amerika latin yang terpilih, Rabu (13/3) ini menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri.

Sumber : detikNews